Kalahkan Mesir, Kamerun Raih Piala Afrika Setelah Puasa 15 Tahun

0
127

Kalahkan Mesir, Kamerun Raih Piala Afrika Setelah Puasa 15 Tahun

Libreville, bolakini.net – Kamerun jadi “Raja Afrika” setelah mengalahkan Mesir 2-1 di final Piala Afrika 2017. Ini mengakhiri penantian 15 tahun Kamerun di ajang itu, sekaligus jadi ganjaran atas sebuah perjalanan berliku.

The Indomitable Lions tertinggal lebih dulu dari The Pharaohs di Stade de l’Amitie, Libreville, Senin (6/2/2017) dinihari WIB, tapi berhasil bangkit dan mengalahkan tim tersukses Piala Afrika yang punya tujuh titel itu.

Gol dari Nicolas N’Koulou dan Vincent Aboubakar membuahkan titel kelima Kamerun, yang belum pernah lagi bisa menambah koleksinya sejak 2002 alias 15 tahun silam.

Ini juga jadi pencapaian positif mengingat baru 2014 lalu Kamerun rontok di fase grup Piala Dunia tanpa meraih satu poin pun dan cuma mencetak satu gol. Sudah begitu, di ajang itu Kamerun turut diterpa dugaan pengaturan skor yang melibatkan tujuh pemain mereka.

Persepakbolaan di Kamerun memang tidak menjanjikan kekayaan, korup, dan tak transparan. Bahkan Sportstar menyebut bahwa 67% pemain Kamerun di Piala Afrika 2017 tidak punya salinan kontrak dengan klub-klub di negara mereka.

Penantian Panjang 15 Tahun Kamerun Terbayar

David Low, pesepakbola asal Singapura yang bermain untuk klub Cosmos de Bafia, dalam wawacara dengan AP, bahkan menyebut pemain di Kamerun terjebak seperti budak, klub-klub lokal dikuasai bos dari dunia bisnis dan pemerintahan yang korup, sehingga mereka seperti menghadapi musuh-musuh yang tidak kelihatan.

Pun begitu, angin segar setidaknya datang ke Kamerun pada Februari 2016, seiring ditunjuknya Hugo Broos sebagai pelatih kepala timnas. Perombakan besar-besaran di dalam daftar pemain timnas dilakukan Broos yang dengan berani mendepak pemain jam terbang tinggi dan menggantinya dengan pemain muda yang relatif masih tak punya nama.

“Ketika saya datang ke Kamerun setahun lalu, ada sekelompok pemain lama yang sudah lawas dan tidak punya motivasi. Saya harus mengubahnya,” ujar Broos, seperti dikutip Reuters.

“Pemain saat itu bermain tanpa semangat, mereka main untuk tim nasional cuma karena kewajiban, karena diminta datang. Jadi saya putuskan sedikit melakukan perubahan dengan memasukan pemain muda. Dan saya pikir ini berjalan baik,” sambung pelatih asal Belgia itu.

Media di Kamerun sempat menghajarnya dengan kritikan lantaran keputusannya itu. Apalagi dari deretan nama pemain yang ikut serta di Piala Afrika 2017. Hanya ada empat pemain yang turut serta di Piala Dunia 2014 lalu. Mereka adalah Nicolas Nkoulou, Vincent Aboubakar, Benjamin Moukandjo, dan Edgar Salli. Tapi Broos tak dendam.

“Dendam dengan wartawan adalah hal bodoh. Saya bekerja untuk mendapatkan hasil dan senang telah menjuarai Piala Afrika,” tegas Broos.

Comments

comments

NO COMMENTS