Simone Inzaghi Lebih Hebat Dari Filippo Inzaghi

0
44

Simone Inzaghi Lebih Hebat Dari Filippo Inzaghi-min

Roma, bolakini.net – Filippo Inzaghi mengakui bahwa adiknya, Simone Inzaghi, lebih piawai melatih dibandingkan dirinya. ‘Super Pippo’ mengaku kerap meminta saran padanya.

Inzaghi memulai karier sebagai pelatih bersama tim Primavera Milan pada musim 2013-2014. Di musim selanjutnya, dia langsung dipromosikan menjadi pelatih di tim utama Rossoneri.

Namun, di tahap itu kariernya tampak suram dengan hanya membawa Milan finis di posisi 10 klasemen Serie A. Kariernya pun berhenti ketika Adriano Galliani mengumumkan pemecatan di akhri musim 2014-15.

Situasi berbeda terjadi pada adiknya, Simone. Sejak ditunjuk sebagai pelatih sementara di tim utama Lazio pada 3 April 2016 menggantikan Stefano Pioli, pria 41 tahun itu memberikan empat kemenangan dan tiga kekalahan dalam tujuh laga di sisa musim 2015/2016.

Di musim 2016/2017 dia kembali dipercaya sebagai pelatih Lazio. Ketika itu penunjukan dilakukan karena Marcelo Bielsa mengundurkan diri setelah seminggu diangkat sebagai pelatih tim utama.

Kepercayaan itupun dijalankan dengan baik. Lazio berhasil meraih tiket ke Liga Europa dan berhasil mencapai laga final Coppa Italia melawan Juventus.

Inzaghi akui banyak belajar dari Simone Inzaghi

Inzaghi pun saat ini mengaku banyak belajar dari adiknya, yang punya ilmu kepelatihan lebih awal dari dirinya. Padahal, dalam karier sepakbola, eks pemain Juventus dan Milan itu lebih mentereng daripada adiknya itu.

Inzaghi punya beberapa trofi bergengsi, seperti tiga Scudetto, dua trofi Liga Champions. Sedangkan Simone cuma beberapa gelar kompetitif, seperti satu Scudetto dan tiga Coppa Italia.

“Kami bicara terus menerus, beberapa kali sehari. Aku menghubunginya (Simone) untuk menanyakan keponakanku, karena aku sangat dekat dengan mereka, tapi kami selalu membicarakan sepakbola,” kata Inzaghi seperti dikutip Football Italia.

“Aku mendengarkannya, karena dia lebih baik dariku. Betul, dia mulai (kepelatihan) lebih dulu dariku, karena dia melatih tim muda Lazio dan aku masih bermain. Aku mengambil jalan ini (menjadi pelatih) justru karena aku melihat antusiasmenya,” sambungnya.

“Dia sudah melakukannya dengan sangat baik, tapi tahun ini dia membuktikan dirinya sangat spesial. Aku tidak terkejut dengan hasilnya, aku tahu seberapa siapnya dia, juga taktis,” tegasnya.

Comments

comments

NO COMMENTS