Pertempuran Borneo FC Melawan Mitra Kukar

0
19

maxresdefault-min (1)Samarinda, Bolakini.net – Borneo FC berhasil meraih hasil positif usai memenangi derbi di Kalimantan Timur dalam keadaan tidak setuju. Selasa 11 Juli 2017, dengan hasil akhir Mitra Kukar 1-0 pada pekan ke-14 Liga 1 yang bertempatan di Stadion Segiri, Samarinda.

Pelatih berkebangsaan Montenegro tersebut, mengungkapkan bahwa anak didiknya sudah susah payah mengalahkan Mitra Kukar. Faktanya tuan rumah juga hanya mampu memenangkan pertandingan berkat gol tunggal dari Lerby Eliandry pada babak kedua menit ke 62.

Pertempuran tadi bagi kami sangatlah sulit dikarenakan lawan merupakan salah satu tim kuat. Hal ini adalah pertandingan derbi dan kami mempunyai persiapan yang sangat singkar karena jadwal cukup padat. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pemain yang bekerja keras sepanjang pertandingan berlangsung, ujar Dragan.

Dragan Djukanovic, Protesnya Wajar Dilakukan

Permasalahan protes kerap ia lakukan dalam laga melawan Mitra Kukar. Pelatuh Borneo FC menganggap hal itu sangat wajar, dia mengklaim skuatnya berhak mendapatkan hadiah pilalti serta menyindir cara bermain Mitra Kukar yang disebutnya bermain tidak sama layaknya klub profesional.

Sindiran-sindiran ini membawa semua pemain masuk kedalam permainan keras yang diperlihatkan tim tamu. Duel dari kedua skuat memang diwarnai banyak pelanggaran, dimana Borneo FC melakukan sedikitnya 25 pelanggaran serta 20 pelanggaran yang dilakukan Mitra Kukar kala itu.

Protes saya lakukan, sebab seharusnya kami mendapatkan pinalti dan Mitra Kukar bermain sepert bukan tim berkualitas karena cukup anyak pelanggaran yang mereka lakukan pada pertandingan tadi, kata sang pelatih Borneo FC. Luar biasa kami bisa menjaga 100 persen laga di kandang dengan kemenangan, sama seperti PSM, ia menambahkan.

Djukanovic sempat menilai bangga dengan para pemainnya yang mampu tetap fokus. Walau atmosfer didalam lapangan tidak terlalu bagus, skuat tetap semangat menghadapi kecaman yang datang dari suporter. Soal harga tiket pertandingan kandang yang dianggap terlalu mahal.

Borneo FC, Komandan berusia 47 tahun tersebut berpendapat, situasi yang mengelilingi skuat Borneo FC tidak menyehatkan bagi seluruh anggota naungannya. Pasalnya, suporter seharusnya datang untuk memberikan dukungan dan tidak berpolitik.

Comments

comments

NO COMMENTS