Pemain Depan Juventus Dapat di Katagorikan Mewah

0
52

Pemain Depan Juventus Dapat di Katagorikan Mewah-min

Turin, Bolakini.net – Menyampingkan masalah mental dan segala rumor soal konflik di ruang ganti, pelatih dari Si Nyonya Tua, yaitu Massimiliano Allegri, punya alasan dengan siasat yang masuk akal sebagai sebab timnya kalah telak dari Real Madrid di final Liga Champions pada musim lalu.

“Ketika kami saat mengalahkan Real Madrid pada dua musim sebelumnya, situasinya sungguh berbeda. Kami punya banyak opsi (di dalam skuat) dan kami bisa mengubah jalannya laga di leg kedua. Musim ini(2016-2017) kami menjalaninya dengan satu gaya permainan. Kemudian berubah dengan andalkan empat penyerang. Kami melakukan itu selama Berbulan-bulan, karena memang tak ada (pemain) alternatif yang bisa kami gunakan. Saya tak dapat memperhitungankan cedera parah Marko Pjaca, Perannya sangat menentukan untuk mengubah laga, terutama di babak knock-out. Tidak memilikinya, sunggu sudah dipastikan membuat empat penyernag utama benar-benar menderita dan harus membayarnya di final,” ungkap sang pelatih Si Nyonya Tua, seperti dikutip Sky Sport Italia.

Musim lalu Juventus memang memulai musim dengan formasi andalan 3-5-2, memaksilkan potensi BBC di lini belakang mereka. Namun skema besar itu membuat gaya permainan Si Nyonya Tua makin lama jadi makin praktis dan dinilai sangat tidak cocok untuk bertanding di Eropa.

Selain itu potensi beberapa pemain andalan Juventus seperti Miralem Pjanic, Juan Cuadrado, hingga Mario Mandzukic tak dapat dimaanfakan dengan baik. Massimiliano Allegri kemudian mengubahnya menjadi 4-3-2-1, yang menentukan dalam raihan Scudetto keenam beruntun, hat-trick Coppa Italia, dan menembus final Liga Champions. “Formasi ini membuat kami menjadi terasa lebih Eropa,” ucap Leonardo Bonucci yang kini sudah hengkang ke AC Milan, pada Mediaset Premium.

Sayangnya perubahan ini diselimuti kesan dadakan. Skuat yang tersedia di awal musim, jadi sulit mengakomodasi kebutuhan taktik baru. Momentumnya pun terbilang tak tepat, karena terjadi di tengah bursa musim dingin, sehingga manajemen Juventus tak punya waktu panjang untuk mengakomodir kebutuhan tersebut.

Terutama di lini depan. Berkomposisi satu penyerang utama yang didampingi dua winger dan satu gelandang serang yang bisa bertransisi jadi penyerang kedua, empat pemain yang tersedia untuk mengisi pos tersebut benar-benar dikuras habis selama paruh kedua musim oleh Allegri.

Comments

comments

NO COMMENTS