Nasser Al-Khelaifi, Aktor Utama di Balik Dompet Tebal PSG

0
41

neymar-esp-liga-barcelona-fra-ligue1-psg_83613c62-791a-11e7-b40f-35ec362abc1c-minParis, BolaKini.net – Nasser Al-Khelaifi memiliki jiwa olahragawan di mana dia merupakan mantan atlet tenis profesional.

Dia pun sangat pintar dalam berbisnis dan mengatur keuangan sehingga membantu Paris Saint-Germain untuk membangun skuat yang diperhitungkan di Eropa maupun dunia.

Nama Nasser Al-Khelaifi banyak disebut di berbagai mediua dalam satu bulan terakhir. Berita soal Al-Khelaifi terkait jabatannya sebagai Chairman Qatar Sports Investment yang memiliki sahan mayoritas di Paris Saint Germain.

PSG pun sukses mencatatkan diri sebagai salah satu klub yang pernah merekrut pemain termahal di dunia saat memboyong Neymar dari Barcelina pada bursa transfer musim panas ini.

Siapa yang menyangka, sosok yang kini mulai disegani di dunia sepakbola itu mengawali kariernya justru sebagai petenis profesional. Dari dunia tenis inilah dia akhrinya bisa menapak karier yang lebih tinggi.

Selain dikenal sebagai petinggi klub besar di Eropa, Al-Khelaifi juga menjabat posisi mentereng di dunia pertelevisian.

Visinya yang luas dan tajam dalam dunia bisnis mengantarkan Al-Khelaifi menjadi sosok berpengaruh besar dalam industri sepakbola dunia saat ini.

Berikut ini perjalanan karier seorang Nasser Al-Khelaifi secara singkat dari berbagai sumber.

  1. Petenis Profesional

Karier Al-Khelaifi dalam dunia tenis profesional memang kurang cemerlang. Mantan skuat Timnas Qatar di Piala Davis ini menjalani karier profesionalnya dari 1992 hingga 2002 dengan catatan kurang impresif.

Meski kurang sukses, dunia tenis yang mengantarkan Al-Khelaifi ke jenjang karier yang lebih tinggi. Tenis lah yang mempertemukan dia dengan Tamim bin Hamad Al-Thani ketika sama-sama membeli tim Piala Davis Qatar.

2. Presiden Federasi Tenis Qatar

Pengalamannya di dunia tenis profesional juga yang mengantarkan Nasser Al-Khelaifi memegang jabatan penting lainnya. Pada November 2008, Al-Khelaifi diberi kepercayaan untuk menjabat Presiden Federasi Tenis Qatar.

Jabatan ini membuka jaringan yang lebih luas di luar Qatar. Tiga tahun berselang, Al-Khelaifi pun mendapat kepercayaan menduduki posisi Wakil Presiden Asosiasi Tenis Asia  untuk wilayah Asia Barat.

3. Direktur Al Jazeera dan CEO beIN Media Group

Berkat performa apiknya, Al-Khelaifi pun dipercaya untuk menjabat General Manager di Al Jazeera Sport pada 2008. Jabatan ini tak berubah hingga perusahaan ini melakukan rebranding menjadi beIN Sport pada 2013.

Saat Al Jazeera Sport bertransisi menjadi beIN Sports tahun itu, dia pun mendapatkan kepercayaan baru. Al-Khelaifi menjabat posisi Chairman sekaligus Chief Executive Officer dari beIN Media Group.

4. Chairman Qatar Sports Investment dan Paris Saint Germain

Kedekatannya dengan Tamim bin Hamad Al-Thani membawa Al-Khelaifi menuju posisi yang lebih tinggi. Qatar Sports Investment pun dipercayakan kepadanya untuk dinakhodai. Saat QSI mengambil alih PSG pada 2011, Al-Khelaifi pun langsung mengemban tugas sebagai Chairman.

Dengan dana yang melimpah dan visi yang kuat, Al-Khelaifi menargetkan PSG bisa menguasai Ligue 1 Prancis dan menjadi klub yang diperhitungkan di Eropa.

Pada 2015, dia dinobatkan sebagai Presiden Klub Favorit. Setahun berikutnya, media besar Prancis, L’Equipe memberi penghargaan Al-Khelaifi sebagai Sosok Paling Berpengaruh di Sepakbola Prancis. Semua posisi puncak tersebut diawali Nasser Al-Khelaifi sebagai seorang petenis.

Comments

comments

NO COMMENTS