Kisah Tragis Dari Mantan Bek Arsenal, Emmanuel Eboue

0
11

Kisah Tragis Dari Mantan Bek Arsenal, Emmanuel Eboue-min

London, bolakini.net – Emmanuel Eboue merupakan salah satu bek tangguh yang pernah dimiliki Arsenal. Ia juga sebelumnya bermain untuk timnas Pantai Gading. Dibalik cemerlang karir sepakbolanya sebelumnya itu, kini ia mengalami suatu permasalah besar dalam kehidupannya.

Tak ada yang lebih menyedihkan saat ini ketimbang cerita hidup Emmanuel Eboue. Mantan bek Arsenal dan Pantai Gading itu tengah berada di titik nadir.

Itu semua diawali dengan kasus perceraian Eboue dengan mantan istrinya, Aurelie, beberapa waktu. Dalam persidangan di London, Eboue kalah dan diharuskan menyerahkan seluruh hartanya kepada Aurelie, termasuk rumah mewahnya di Einfeld, London Utara,

Alhasil, Eboue yang tinggal di rumahnya tersebut harus main kucing-kucingan dengan kepolisian setempat yang siap mengeluarkannya sewaktu-waktu. Bahkan Eboue dijauhkan dari ketiga anaknya, Clara (14 tahun), Maeva (12 tahun), dan Mathis (9 tahun). Eboue terakhir bertemu mereka pada Juni lalu.

Kisah Eboue makin tragis karena sebelumnya dia juga ditinggal oleh kakeknya Amadou Bertin yang meninggal karena kanker. Bertin sangat dekat dengan Eboue karena merawat pemain 34 tahun itu sejak kecil. Tak lama kemudian, saudara kandungnya N’Dri Serge juga meninggal usai kecelakaan motor.

Cobaan yang bertubi-tubi datang membuat Eboue frustrasi dan bahkan nyaris membuatnya bunuh diri. Beruntung ada eks striker Newcastle United, Lomana Lua-Lua, yang kerap mengizinkannya menginap dan menjadi teman curhat.

Bahkan Eboue harus mengharapkan bantuan orang lain untuk kehidupan sehari-hari serta mencuci pakaiannya sendiri.

Hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan Emmanuel Eboue

“Saya ingin Tuhan membantu saya. Hanya dia yang bisa membantu saya mengeluarkan pikiran ini (masalah yang dihadapi) dari otak saya,” tutur Eboue dalam wawancara denganĀ Mirror.

“Saya tidak punya uang untuk terus membayar pengacara atau pembela. Saya ada di rumah tapi merasa takut karena tidak tahu kapan polisi akan datang,” sambung pemain yang punya 79 caps dan tiga gol bersama Pantai Gading itu.

“Terkadang saya mematikan lampu karena saya tidak ingin orang-orang tahu bahwa saya di dalam. Saya menghalangi pintu dengan segala benda. Ini rumah saya sendiri. Saya berjuang membeli rumah itu tapi kini saya ketakutan.”

“Dan lagi saya tidak akan menjual pakaian saya atau apa yang saya punya. Saya akan bertarung mati-matian karena ini tidak adil,” sahut Eboue.

Eboue sebenarnya memiliki karier cemerlang bersama Arsenal sejak 2004. Dia tampil 214 kali dan membuat sepuluh gol selama tujuh tahun di sana. Sayangnya cedera membuat performanya menurun dan tak lagi diandalkan Arsene Wenger.

Pada musim panas 2011, Eboue memutuskan pindah ke Galatasaray dan kariernya terhitung masih oke di sana dengan bayaran 1,5 juta poundsterling (Rp 27 M) per musimnya. Dia membawa klubnya dua kali juara Liga Turki dengan torehan lima gol dari 102 penampilan.

Sayangnya kedatangan Cesare Prandelli pada 2014/2015 membuatnya terbuang ke tim junior sebelum pergi pada musim panas 2015. Eboue sempat bergabung dengan Sunderland pada 10 Maret 2016 tapi kontraknya diputus lantaran kasus dengan mantan agennya terkait pembayaran fee.

Hal itu membuat Eboue diskorsing FIFA selama setahun. Setelah itu karier Eboue tenggelam bersamaan dengan retaknya kehidupan rumah tangga serta kegagalannya mengatur keuangan dengan baik. Dia sempat didekati klub Turk Ocagi Limasol tapi gagal dikontrak karena tak lulus tes medis.

Meski didera musibah berkepanjangan, Eboue mendapat kabar baik ketika Galatasaray disebut menawarinya pekerjaan sebagai asisten pelatih tim U-14.

Comments

comments

NO COMMENTS